Pernah gak sih bangun dari tidur, lihat jam, bangun dari kasur, bahkan ngelakuin aktivitas pagi. Seketika kalian lalu tiba‑tiba sadar semuanya cuma mimpi? Itu bukan hal unik yang kamu alami sendiri. Fenomena aneh ini punya nama yaitu false awakening atau pengalaman bangun palsu.
Apa Itu False Awakening?
False awakening adalah mimpi di mana kamu merasa sudah terjaga padahal tubuhmu masih dalam kondisi tidur. Dalam mimpi itu, kamu bisa melakukan tindakan yang biasa kamu lakukan saat bangun. Hal tersebut seperti bangun dari tempat tidur, gosok gigi, bahkan minum kopi. Kejadian ini bukan sekadar ingatan mimpi biasa; pengalaman ini sering sangat jelas dan realistis sampai membuat kamu sulit membedakan mana mimpi dan mana kenyataan.
Tidak seperti mimpi aneh yang penuh hal surreal, false awakening sering terjadi di lingkungan yang akrab. Seperti kamar tidur kamu sendiri, dan alur ceritanya mengikuti rutinitas yang sangat biasa. Itulah yang bikin pengalaman ini jadi nyaris tidak bisa dibedakan dari kenyataan sampai kamu benar‑benar bangun.
Baca Juga:
5 Fenomena Aneh Saat Tidur yang Masih Jadi Misteri di Dunia Kesehatan
Kenapa Ini Bisa Terjadi?
Belum ada jawaban pasti dari sisi ilmiah. Tapi para ahli yakin false awakening berkaitan erat dengan fase tidur REM (Rapid Eye Movement) fase di mana aktivitas mimpi paling intens dan otak sangat aktif memproses ingatan dan sensasi. Selama fase ini, otak bisa menjadi campuran antara kondisi sadar dan tidur sehingga kamu merasa “terbangun” padahal masih mimpi.
Beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan false awakening antara lain:
-
Stres dan kecemasan, yang bikin pikiran kamu tetap “aktif” bahkan saat tidur.
-
Gangguan pola tidur, misalnya tidur tidak teratur atau sering terbangun tengah malam.
-
Kurang tidur atau insomnia yang bikin tahapan tidur terganggu.
Pikiran yang terlalu sibuk, bahkan sebelum tidur. Juga bisa bikin mimpi terasa lebih nyata dan terhubung langsung dengan pengalaman hidup sehari‑hari. Sehingga otak kamu “menyusun” narasi mimpi yang hampir identik dengan bangun tidur.
Bagaimana Rasanya Mengalami False Awakening?
Kalau kamu pernah ngalamin false awakening, kamu mungkin inget sensasi ketika alarm berbunyi, kamu bangun. Kemudian kamu benar‑benar mulai bergerak. Padahal itu semua masih dalam mimpi. Setelah itu, mungkin kamu kebingungan karena setelah “bangun” kamu sadar kamu masih tidur.
Beberapa orang bahkan ngeluh bisa mengalami false awakening lebih dari sekali dalam satu tidur, seperti bangun terus tapi ternyata masih mimpi — kadang sampai bikin gelisah atau bingung.
Ada juga yang merasa false awakening ini mirip sama pengalaman lucid dream atau sleep paralysis. Karena semuanya terjadi di batas tipis antara sadar dan tidur. Bedanya, dalam sleep paralysis, kamu sadar tapi gak bisa bergerak; sedangkan di false awakening, kamu bahkan gak sadar kalau masih dalam mimpi.
False Awakening vs Lucid Dream
Meskipun keduanya berhubungan dengan mimpi yang terasa nyata, false awakening dan lucid dream punya perbedaan penting:
-
Lucid dream adalah saat kamu sadar bahwa kamu sedang bermimpi dan bisa mengendalikan isi mimpi.
-
False awakening membuat kamu percaya bahwa kamu sudah bangun, tanpa sadar itu masih mimpi.
Kadang dua fenomena ini bahkan bisa terjadi berdekatan: kamu bisa mengalami false awakening lalu kemudian sadar dan berubah jadi lucid dream.
Apa Efeknya ke Tidur dan Kesehatan?
Walaupun false awakening tidak berbahaya secara medis. Beberapa orang merasa ini bikin tidur mereka jadi kurang nyenyak karena tubuh dan pikiran merasa “terganggu” beberapa kali sepanjang malam.
Selain itu, pengalaman false awakening yang terlalu sering atau terkait dengan gangguan tidur lainnya bisa bikin kamu merasa lebih lelah dan stres pada siang harinya. Kalau kamu sering mengalami ini. Memperbaiki pola tidur dan mengurangi stres sehari‑hari bisa membantu frekuensi mimpi realistis seperti ini menurun.
